MasukPart 71, pintu misteri
Trak!!!
Sontak, Xiao Ling dan Chen Fengling pun melihat ke sumber suara dan tercengang ketika melihat hal seperti itu..
"Pintu apa ini?" Gumam Xiao Ling sembari mengamati dengan teliti pintu tersebut.
Ketika ia akan membuka pintu itu, ternyata pintu itu seolah olah terkunci dari dalam. Ia pun berusaha menggeser pintu itu dan tiada reaksi dari pintu tersebut sama sekali. Pintunitu terlihat cukup tebal dan sulit untuk digerakkan.
Mereka berdua pun mulai mengelilingi ruangan tersebut mencari tempat yang agak aneh dan sulit dijangkau. Ketika Xiao Ling berkeliling, ia melihat sebuah kotak kuno di bawah ranjangnya. Ia pun membuka kotak tersebut dan menampakkan sebuah kunci kecil yang masih mengilap serta sebuah kertas.
Kertas itu berisi tulisan untuk menemukan sebuah lokasi di dekat sini yang aneh dan memasukkan kunci itu ke sana..
"Chen Fengling, kunci manakah ini?" Tanya Xiao Ling kembali dan disusul dengan kedatangan lawan bicaranya itu.
"Coba kita keliling lagi, pintu tadi tidak ada lubang untuk memasukkan kunci." Balas Chen Fengling.
"Baik."
Mereka berdua pun kembali melihat lihat sekitar dan kali ini, Chen Fengling merasa aneh dengan almari yang bergerak tadi. Seolah olah terdapat sesuatu yang ditutupi oleh berbagai benda berdebu tersebut. Ia pun bergerak ke tempat itu dan mengeluarkan barang satu persatu. Hingga ia tiba tiba menemukan sebuah tonjolan di permukaan belakang almari tersebut. Ia pun mulai menghampiri Xiao Ling yang agak jauh darinya.
"Ling er, aku menemukan sebuah tonjolan aneh pada almari yang bergerak...
Part 72, tonjolan aneh
"Ling er, aku menemukan sebuah tonjolan aneh pada almari yang bergerak," ungkap Chen Fengling dan menariknya ke tempat almari tersebut.
Mereka berdua pun mulai menuju ke almari tersebut dan Xiao Ling menjulurkan tangannya dengan perlahan ke dalam almari tersebut. Setelah itu, ia mendapati tonjolan yang berlubang di tengahnya, ia pun memasukkan kunci tersebut dan memutarnya disana.
Klik!!
Tonjolan itu berputar dengan cepat seperti baling baling dan mengakibatkan munculnya garis putih kecil yang menjalar ke bawah. Xiao Ling pun memandang ke bawah dan menemukan bahwa terdapat sebuah lubang yang menjorok ke dalam.
Seketika, Xiao Ling pun kembali memasukkan tangannya ke dalam lubang tersebut dan merasakan sebuah tombol kecil di tangannya. Ia pun mencoba menekannya. Namun, tidak ada pergerakan sama sekali pada pintu rahasia tersebut dan membuat nya merasa bingung.
Ketika ia mencoba memutarnya searah jarum jam, tombol itu bergerak dan mulai terdengar sebuah suara dan getaran di kaki mereka. Namun, efek itu hanya terjadi di dalam kamar dan tidak diketahui siapa pun!!
Ceklek!!
Pintu yang di sebelahnya yang tadinya diam pun tergeser ke samping dan membuat keduanya menuju ke sana. Terlihat bahwa sekeliling di dalam pintu itu gelap dan cukup misterius. Keduanya pun mencoba masuk.
Namun, saat Chen Fengling akan masuk pintunya tiba tiba bergerak dengan sendirinya dan menutup dengan cepat sehingga Xiao Ling terjebak di dalam.
Brak!!
Xiao Ling pun menoleh ke belakang dan mendapati bahwa pintu tersebut telah tiada dan menoleh kembali ke depannya yang gelap gulita. Ia pun mencoba melangkahkan kakinya dan hampir tergelincir karena itu adalah sebuah tangga!
Ia pun dengan berwaspada tetap turun dari tangga tersebut. Pada langkah kelima, tiba tiba sebuah permata yang berisi cahaya kekuningan bersinar dalam kegelapan..
Kemudian, Xiao Ling kembali mencoba menuruni tangga itu sebanyak 5 langkah kembali dan reaksi yang sama muncul dari dinding!!
Permata lain yang berisi cahaya itu bersinar kembali dalam kegelapan dan menerangi sekitarnya dengan cahaya yang seadanya..
Part 73, permata cahaya
Xiao Ling pun mengulangi langkah tersebut sehingga sampai ke batas akhir dari tempat itu dan menabrak sebuah pintu!
Trak!!
"Aku akan mencoba membukanya.." ucap kembali Xiao Ling.
Namun, ketika ia akan membukanya, ia mencium bau racun dari gagang pintu itu dan membuatnya menyadari jika pintu tersebut harus dibuka dengan cara lain.. Xiao Ling pun melihat ke bawah dan mencari benda benda dengan penerangan yang seadanya.
Setelah selang belasan menit, ia mulai menginjak sebuah tombol dan membuat tempat itu bersinar dengan terang! Dengan cekatan, ia memperhatikan ubin yang diukir tersebut dan mencoba menggesernya.
Swush!!
Sebuah panah mendekatinya dan dengan refleknya, Xiao Ling berguling ke belakang menghindari panah panah tersebut.. beberapa menusuk lengannya dan membuatnya berdarah sedikit. Ia pun mencabut panah tersebut dan mengobatinya dengan salep dari cincinnya.
Setelah selesai, ia kembali memperhatikan ubin itu yang tak dapat digerakkan sama sekali. Sepertinya ubin ini adalah jebakan, tidak seperti tempat lain yang dapat digunakan sebagai jalan keluar!
Xiao Ling kembali melihat sekitarnya dan mulai menemukan sebuah tongkat emas di ujung dinding pembatas dan menancap di sana.. Xiao Ling mulai menarik tuas itu dan pintu itu mulai bergetar otomatis dan rubuh seketika!
Tap, tap, tap..
Xiao Ling pun berjalan ke sana dan memasuki tempat lain. Ia menemukan bahwa alas untuk ia berjalan di sana adalah kayu reot dan dapat terjatuh kapanpun.. Tempat itu didampingi oleh deretan obor yang berkobar di sisi kiri dan kanan.
Ia mencoba melangkahkan kakinya dengan hati hati dan tiba tiba, kayu itu bergetar dan ia hampir terjatuh. Ia dengan sigap melangkah ke depan dan mendapatkan sebuah fakta bahwa kayu ini kokoh.
Ia kembali melangkah seperti sebelumnya dan mendapat reaksi yang agak berbeda..
Wush!!
Part 74, ruangan yang menjebak
Wush!!
Sebuah anak panah melaju di depan pandangan Xiao Ling dan tetap melaju hingga menabrak dinding. Ketika ia memperhatikannya, dinding itu kembali melontarkan anak panah itu ke tempatnya.
"Untung saja aku belum ke sana.." desahnya.
Ia kembali melompat ke kayu berikutnya dan tidak ada reaksi sama sekali. Ia pun mulai mengetahui trik dalam ruangan ini. Tiap kayu selanjutnya tidak boleh diinjak, jika diinjak maka jebakannya akan keluar dan membunuh orang yang berdiri di sana..
Ketika ia melangkah ke kayu selanjutnya seperti sebelumnya, kali ini kayu itu juga ikut terjatuh sehingga Xiao Ling menahan dirinya dengan yuan li. Ia pun melihat sebuah batu setelah 2 kayu reot dan dengan segera, ia berdiri di sana dan cukup kokoh..
Setelah itu, ia kembali melompat ke batu terus menerus hingga mencapai keadaan di mana terdapat 3 batu yang berjejer hingga ke belakang. Hal ini pun membuatnya bingung sehingga ia mencoba salah satu dari ketiga batu tersebut.
Kretak!!
Batu itu terlempar ke bawah ketika kakinya menyentuh permukaan itu dengan pelan.Ia pun kembali ke tempat semulanya dan mencoba batu di sebelahnya. Batu itu menunjukkan reaksi yang berbeda namun pada akhirnya jatuh pula. Xiao Ling pun sudah yakin bahwa batu terakhir adalah yang benar.
Bam!!
Namun, dugaannya salah! Batu tersebut terjatuh dan membuatnya mulai melompat ke depan. Untung saja, pijakan berikutnya tidak terjatuh sehingga ia dapat beradaptasi kembali..
Ia pun mencoba lagi di depannya dengan tingkat kewaspadaan tinggi. Ternyata, setelah ia berkali kali mencoba batu batu itu.. ia harus melompat dari satu batu ke sisi depan melewati 1 baris dan membentuk zig zag..
Ia kembali melanjutkan langkahnya hingga ia nelompat ke sebuah tiang dan turun ke sebuah kayu kokoh. Disini ia dihadapkan kembali dengan papan hitam putih yang berdampingan!
"Apa yang harus kulakukan?...
Part 75, papan hitam putih
"Apa yang harus kulakukan?.." ujarnya sembari melihat sekeliling.
Ternyata terdapat beberapa batu kerikil di sebuah penyangga obor! Xiao Ling mengambil semuanya dan mencoba melemparkan batu itu ke papan berwarna hitam.
Swush!!
Tembakan panah bermunculan dan menuju tempat yang tadi ia lempar batu kerikil. Ia pun kembali melemparkan batu kerikil ke papan berwarna putih dan tiada pergerakan. Ia pun maju ke papan itu dan melemparkan batu kembali ke kedua papan di depannya.
Swush!!
Sama seperti sebelumnya, panah diarahkan ke keduanya. Xiao Ling pun mulai melemparkan batu itu ke papan hitam di baris ketiga dan tiada pergerakan..
Ia pun mulai menyadari bahwa jebakan kali ini tidak akan terjadi bila ia mengikuti aturannya, melompat melewati sebaris batu dan selang seling sisinya!
Akhirnya, setelah habis.. kali ini jalan telah kosong dan hanya ada sebuah ranting kayu yang cukup besar untuk menyeberangi tempat itu. Disini, yuan li nya tak bisa dikeluarkan sehingga ia hanya bisa menjaga keseimbangan di atas kayu itu..
Saat ia melintasinya, ia menyadari bahwa di bawah ranting itu sangat dalam dan gelap.. jadi ia harus cukup hati hati dalam melintasinya.
Setelah sampai, Xiao Ling kembali melihat sebuah pintu di depannya.. Hanya saja pintu ini agak berbeda dan terdapat sulur emas keunguan di atasnya membentuk suatu kata
'Selamat datang!! '
Xiao Ling pun mendorong pintu itu dan mulai muncul suara terbukanya pintu diiringi oleh dorongannya.
Brak!!!
Chapter test, please forgive me A a a a a a a a a a a a a a a a a a a a a a a a a a a a a a a a a a a a a B b b b b b b b b b b b b b b b b b b b b b b b b b b b b b b b b b b C c c c c c c c c c c c c c c c c c c c c c c c c c c c c c c c c c c c c D d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d E e e e e e e e e e e e e e e e e e e e e e e e e e e e e e e e e e e e e F f f f f ff f f f f f f f f f f f f f f f f f f f f f f f f f f f f f f G g g g g g g g g g g g g g g g g g g g g g g g g g g g g g g g g g g g g H h h h h h h h h h h h h h h h h h h h h h h h h h h h h h h h h h h h h I i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i J j j j j j j j j j j j j j j j j j j j j j j j j j j j j j j j j j j j j K k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k L l l l l l l l l l l l l l l l l l l l l l l l l l l l l l l l l l l l l M m m m m m m m m m m m m m m m m m m m m m m m m m m m m m mm m m m m m N n n
1 2 3 d d f gg a a a a1 2 3 d d f gg a a a a1 2 3 d d f gg a a a a1 2 3 d d f gg a a a a1 2 3 d d f gg a a a a1 2 3 d d f gg a a a a1 2 3 d d f gg a a a a1 2 3 d d f gg a a a a1 2 3 d d f gg a a a a1 2 3 d d f gg a a a a1 2 3 d d f gg a a a a1 2 3 d d f gg a a a a1 2 3 d d f gg a a a a1 2 3 d d f gg a a a a1 2 3 d d f gg a a a a1 2 3 d d f gg a a a a1 2 3 d d f gg a a a a1 2 3 d d f gg a a a a1 2 3 d d f gg a a a a1 2 3 d d f gg a a a a1 2 3 d d f gg a a a a1 2 3 d d f gg a a a a1 2 3 d d f gg a a a a1 2 3 d d f gg a a a a1 2 3 d d f gg a a a a1 2 3 d d f gg a a a a1 2 3 d d f gg a a a a1 2 3 d d f gg a a a a1 2 3 d d f gg a a a a1 2 3 d d f gg a a a a1 2 3 d d f gg a a a a1 2 3 d d f gg a a a a1 2 3 d d f gg a a a a1 2 3 d
DOUBLE HAPPINESS Mrs. Adel and Russo followed the two nurses with the twins to the nursery room, to make sure where the babies were placed. The twins were very special babies in the nursery room. The two nurses can not just leave the babies, they were assigned to take care of the babies properly and protect them. There were two securities guarding the nursery room. Babies being brought would be checked first. After Jade was brought out from the operating room, she was brought up to the VVIP hospital level. The floor level was only for Medrex Family Hospital Ward, it was not used for other patients unless Master Javen allowed.&n
Estaba emocionado, ese día era su gran debut, se había levantado temprano y había acudido al circuito con su padre, mientras que su madre, sus hermanos y su novia, llegarían posteriormente para ubicarse en la tribuna Fangio, situada a lo largo de la recta principal, donde podían darle seguimiento a la actividad previa y posterior a la carrera, así como a la apasionante salida y la memorable meta.Al llegar al circuito, una de las primeras personas que vio fue a su amiga Camilla que estaba en el pit stop con otros mecánicos, haciendo las últimas revisiones a los monoplazas de su escudería que participarían en la carrera, la chica cargaba la braga que la identificaba como mecánica de la Scudería Ferrari, al verlo salió del Pit, hacia un pasillo, Taddeo la siguió y la inc
Antonia estaba jugando tenis, con Alondra y Matteo en una de las canchas de la villa, mientras Nick y Sophía los observaban, cuando se dio cuenta de la llegada de Sebastián y uno de los gemelos, que estaban siendo acompañados por una persona de servicio hacia Nick y Sophía, donde se saludaron y se quedaron conversando; ella extendió su mirada hacia ellos y supo que el niño que lo acompañaba era Camillo, eso la sorprendió un poco, pero ya sabía que era Anabella y aunque no recordaba, esto era otro indicio de quien era realmente, ¿Por qué cómo se podía explicar que una desconocida supiera identificar a unos niños que son exactamente iguales físicamente? porque de carácter eran muy distintos, uno era más tranquilo, metódico conciliador, raramente creaba conflictos el otro era impulsivo, irreverente, combativo, aunqu