INICIAR SESIÓNKeesokan paginya, Feng Li telah menyiapkan ruang kerja sendiri untuk Feng Xian Wu lengkap dengan berbagai tanaman herbal, dan alat-alat yang dibutuhkan Feng Xian Wu di dalamnya.
Feng Xian Wu agak terkejut melihat hal ini. Efisiensi kediaman Feng tak kalah dengan efisiensi orang-orang di dunia modern. Pujinya dalam hati.
Feng Xian Wu lalu langsung menggunakan ruang kerja tersebut, ada beberapa bahan yang tak ada, tapi hal itu bisa ia temukan di ruang rahasia. Lalu Feng Xian Wu melakukan langsung melakukan eksperimen di ruang kerjanya.
Bai Ze yang melihat tuannya tenggelam dalam dunianya sendiri hanya bisa menghela nafas, ini adalah penampilan yang sangat akrab baginya. Di kehidupan sebelumnya, selain melakukan beberapa hal di luar seperti menjalankan misinya, Feng Xian Wu biasanya hanya mengurung dirinya di ruang kerja tanpa mengenal waktu. Karena tak ada yang bisa ia lakukan di sini, Bai Ze keluar dan menjelajahi kota sekali lagi.
Waktu berlalu begitu cepat, dan Feng Xian Wu masih berada di ruang kerjanya membuat beberapa pil. Tak menyadari bahwa seseorang kakak lelaki tertentu telah memperhatikan semua kegiatannya dari tadi dari sudut ruangan. Memperhatikan Feng Xian Wu yang sedang serius melakukan kegiatannya, dikatakan bahwa wanita yang bekerja itu memiliki pesona tertentu yang membuatnya terlihat lebih indah dan kalimat itu memang benar. Feng Tian Yi merasakan bahwa Feng Xian Wu menjadi lebih indah dengan pesona yang dikeluarkannya sekarang
Melihat bahwa Feng Xian Wu tak memiliki niat untuk berhenti dari kegiatannya, Feng Tian Yi mulai mengerutkan kening merasa sedikit tak senang. Apakah gadis kecil ini bahkan tak memperhatikan dirinya sendiri, ini sudah siang hari dan dia masih belum memakan apapun sejak ia memasuki ruangan ini. Sebagai kakak laki-laki ia harus mengingat hal ini. Feng Tian Yi berfikir demikian, lalu menyuruh Feng San membuatkan makan siang.
Feng San bingung dengan perintah tuannya itu, sejak kapan tuan tertarik untuk makan siang? Tapi ia masih melakukan perintah tuannya tanpa menanyakan apapun.
Feng Xian Wu membuat beberapa hal lagi sebelum menghentikan kegiatannya. Bermaksud berkultivasi untuk memulihkan energinya, sebelum melanjutkan kegiatannya lagi.
Melihat bahwa Feng Xian Wu telah selesai, Feng Tian Yi tak bermaksud melepaskan kesempatan ini untuk membuat Feng Xian Wu beristirahat sejenak menikmati makan siang yang telah dibuat Feng San.
Feng Tian Yi langsung menyambar pinggang tipis Feng Xian Wu dan membawanya ke meja untuk makan. Saat membawa Feng Xian Wu, ia dapat mencium bau obat samar yang menenangkan, pinggang tipis dan tubuh yang halus dan ringan... Feng Tian Yi mengerutkan kening lagi, ia terlalu kurus dan ringan, Feng Xian Wu harus mendapatkan perawatan ekstra agar tak menjadi terlalu kurus dan ringan seperti ini.
Feng Xian Wu disisi lain, merasa kaget dan refleks menyerang Feng Tian Yi tapi ia sudah ditempatkan di depan meja yang penuh dengan makanan sebelum dapat menyerangnya. Melihat makanan yang penuh dengan energi roh itu, Feng Xian Wu agak bingung dan melihat kearah Feng Tian Yi.
Mendapat tatapan bingung yang langka dari Feng Xian Wu, Feng Tian Yi merasakan bahwa itu sedikit imut.
"Makanlah terlebih dahulu, kau terlalu kurus dan tak punya banyak tenaga untuk melanjutkan semua kegiatanmu itu" kata Feng Tian Yi menatap lurus kearah Feng Xian Wu. Ya, dia terlalu kurus perlu untuk makan lebih banyak!
Mendengar perkataan Feng Tian Yi, Feng Xian Wu menjadi semakin bingung. Apa tujuan orang di depannya ini? Apakah ini caranya menghilangkan kebosanan? Dengan melayani orang lain??
Walaupun Feng Xian Wu masih tak mengerti tujuan Feng Tian Yi, ia masih memakan hidangan yang terlihat seperti masakan koki bintang lima di depan matanya ini.
Melihatnya makan dengan lahap, Feng Tian Yi secara misterius merasakan kepuasan tertentu. Karena dirinya sendiri tak tahu kenapa ia merasa puas dengan hal ini, tapi tak masalah karena ia merasa ini tak membahayakan dirinya.
Tapi sebelum Feng Xian Wu bisa menyelesaikan semua makanannya, pelayan yang belum pernah dilihat Feng Xian Wu datang ke tempatnya dan mengatakan bahwa pangeran mahkota datang berkunjung datang menemui Feng Xian Wu
Mendengar hal itu, Feng Xian Wu merasakan emosi negatif dari dalam dirinya, apakah ini perasaan Feng Xian Wu yang sebelumnya?
"Kami akan kesana nanti" kata Feng Tian Yi tak menghiraukan pelayan asing yang mencoba membawa Feng Xian Wu darinya. Ia tak suka pelayan kurang ajar ini.
Melihat Feng Xian Wu tak berniat beranjak dari tempatnya, pelayan itu hanya bisa mengundurkan diri, tak lupa mengingatkan tentang pangeran mahkota.
Setelah pelayan itu pergi, Feng Xian Wu sudah tak memiliki nafsu makan tapi Feng Tian Yi membujuknya untuk makan sedikit lagi.
"Tubuhmu terlalu kurus, aku takut angin akan menerbangkanmu. Jadi makanlah sedikit lagi" kata Feng Tian Yi dengan wajah serius, seolah yang dibicarakannya adalah tentang permasalahan negara.
Mendengar perkataan konyol Feng Tian Yi, suatu kilatan melintas di mata Feng Xian Wu. Kata-kata dan tindakannya begitu akrab, tapi ia tak ingat pernah mendengarnya dimana dan merasa hatinya perlahan merasakan kehangatan misterius.
Setelah sekitar 1 sichen*. Akhirnya mereka berdua pergi menuju aula tempat pangeran mahkota, Mo Lian Yi berada.
*2 jam
***
Mo Lian Yi yang sudah menunggu, hampir kehilangan kesabarannya.
"Jendral Li, apa yang dilakukan Feng Xian Wu ini sehingga membuat Ben Wang* menunggu sangat lama?"
*Raja ini, biasanya diucapkan oleh putra/i mahkota.
"Itu...." Sebelum Feng Li bisa menjawab, terdengar suara pintu yang perlahan terbuka
Semua orang tanpa sadar melihat kearah pintu, dan menemukan 2 sosok yang berdiri bersama, keduanya memiliki sosok yang begitu indah seolah mereka adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Berdiri berdampingan, membuat mereka seperti pasangan yang dibuat oleh surga.
Mo Lian Yi tertegun sejenak melihat pemandangan indah itu, sebelum mengambil kembali kesadarannya. Ia mengerutkan kening tak senang melihat Feng Xian Wu yang datang bersama pria asing disampingnya.
Feng Xian Wu berjalan lurus kearah Feng Li sebelum membungkuk memberi penghormatan formal dan mengucapkan beberapa permintaan maaf atas keterlambatannya, sama sekali tak memberi perhatian pada Mo Lian Yi dan langsung duduk ditempatnya.
Melihat sikap Feng Xian Wu, Feng Li hanya bisa menghela nafas diam-diam. Sedangkan Mo Lian Yi yang diabaikan, menatap dingin kearah Feng Xian Wu.
"Apa yang membuatmu begitu lama, hingga membuat Ben Wang ini menunggu hingga sekitar 1 sichen?" Tanya Mo Lian Yi dingin menatap lurus kearah Feng Xian Wu yang masih berdiri di depan pintu.
Feng Xian Wu menatap balik kearah Mo Lian Yi. Dalam ingatan pemilik asli, dia dan Mo Lian Yi hanya bertemu sekali saat raja memberikan pertunangan dengannya. Tak ada yang benar-benar istimewa.
"Mohon maaf karena telah membuat pangeran mahkota menunggu begitu lama, tapi saat pelayan datang memanggil objek ini belum menyelesaikan makan siangnya" jelas Feng Xian Wu tanpa rasa bersalah.
Mendengar alasan Feng Xian Wu, orang yang dari tadi duduk di samping Mo Lian Yi ingin membuka mulutnya mencerca Feng Xian Wu tapi dihentikan oleh Mo Lian Yi.
"Oh~ lalu siapa orang yang berada di samping mu itu?" Tanya Mo Lian Yi mengalihkan topik pembicaraan.
Sebelum Feng Xian Wu membalas pertanyaan Mo Lian Yi, Feng Tian Yi sudah lebih dulu membuka mulutnya dan menjawab dengan nada dingin menatap Mo Lian Yi dengan sedikit rasa permusuhan yang bahkan tak disadari oleh dirinya sendiri.
"Aku adalah kakak laki-laki Wu-er"
Mendengar jawaban Feng Tian Yi, Mo Lian Yi mengerutkan keningnya. Sejak kapan manor Feng memiliki keturunan lain selain Feng Xian Wu? Apakah dia salah satu kartu tersembunyi manor Feng?
Memikirkan kemungkinan-kemungkinan itu, Mo Lian Yi tanpa sadar menatap tajam kearah Feng Tian Yi mencoba memperhatikan tiap detail darinya.
"Beraninya objek rendahan sepertimu memanggil dirinya 'aku' dihadapan putra mahkota!" Kata orang disamping Mo Lian Yi setengah berteriak sambil dengan kasar melotot kearah keduanya.
Feng Xian Wu tak menggubris perkataan orang itu, ia menatap kearah Mo Lian Yi seolah menunggunya untuk mengatakan sesuatu.
Feng Tian Yi merasakan perasaan asing yang terasa tak menyenangkan melihat Feng Xian Wu tak menaruh perhatian padanya, tapi pada pria yang adalah tunangannya itu. Ia berusaha menekan perasaan tak menyenangkan itu, lalu memilih untuk memainkan tangan kecil dan imut Feng Xian Wu. Um... Sangat lembut dan halus, menyenangkan untuk dipegang (* ̄(エ) ̄*)
Mo Lian Yi menahan pria yang berteriak itu, lalu melihat kearah Feng Xian Wu dan Feng Li.
"Ben Wang ini datang kesini ingin menawarkan pengobatan agar Miss Feng mendapatkan kesempatan dalam berkultivasi dari guru Peng, ia adalah guru salah satu puncak dari sekte Medical Cloud, sebagai gantinya Ben Wang ini ingin memutuskan pertunangan dengan Miss Feng" Mo Lian Yi mulai menjelaskan maksud kedatangannya.
Feng Li terkejut mendengar dan marah mendengar itu, Medical Cloud sect adalah sekte yang terkenal akan kemampuan medisnya yang luar biasa tapi bukan itu yang membuat mereka disegani dan takuti tapi karena kemampuan racun dan koneksi mereka yang menakutkan. Sangat jarang ada orang yang bisa bertahan setelah menyinggung sekte ini. Mendapatkan bantuan agar Wu-er nya dapat berkultivasi memang adalah kesempatan yang menggiurkan, tapi dengan harga memutuskan pertunangan itu adalah hal yang berbeda! Pertunangan ini adalah janjinya dengan raja terdahulu! Sahabat karibnya dalam membangun kerajaan ini dimasa mudanya dulu!
Feng Li lalu menatap kearah Feng Xian Wu, menunggu keputusan darinya. Feng Li memutuskan untuk menyerahkan ini kepada cucunya. Bahkan jika itu adalah janji dengan sahabat karibnya, itu pada akhirnya harus diserahkan pada yang akan menjalaninya nanti.
Feng Xian Wu tak bereaksi banyak terhadap pernyataan Mo Lian Yi, ia menatap Mo Lian Yi tanpa ekspresi tambahan diwajahnya sebelum membuka mulutnya dan menjawab dengan nada acuh tak acuh.
"Aku menolak"
a a a a a a a a a a a a a a a a aa a a a a a a a a a a a a a a a aa a a a a a a a a a a a a a a a aa a a a a a a a a a a a a a a a aa a a a a a a a a a a a a a a a aa a a a a a a a a a a a a a a a aa a a a a a a a a a a a a a a a aa a a a a a a a a a a a a a a a aa a a a a a a a a a a a a a a a aa a a a a a a a a a a a a a a a aa a a a a a a a a a a a a a a a aa a a a a a a a a a a a a a a a aa a a a a a a a a a a a a a a a aa a a a a a a a a a a a a a a a aa a a a a a a a a a a a a a a a aa a a a a a a a a a a a a a a a aa a a a a a a a a a a a a a a a aa a a a a a a a a a a a a a a a aa a a a a a a a a a a a a a a a aa a a a a a a a a a a a a a a a aa a a a a a a a a a a a a a a a aa a a a a
I heard the small wail of the kitten coming from Eloim’s room. I moved up the creaking stairs.“What happened?” I asked. “You have to be careful with pets, they don’t like it when you play rough,” I told Eloim as I walked in.He had a couple of small scratches on his hands, so I took him downstairs and cleaned them properly. I found it odd that he didn’t cr
After two weeks Ani's uncle, Yangmi decided to have a talk with her about her future plans. He went to her room and saw Ani was holding his dad's portrait staring at that. He sat beside her and caressed her head."Ani, do you want to go back to Seoul or do you want to be here?," asked Yangmi.
Imose woke up to the crow of the Cock. The room was dimly lit. The oil lamp glowed lazily. Getting up she picked the broom made from Palm fronds laying beside the mud bed and walked out of her hut to sweep her father's compound.Imose was an only child. Her mother had died at her birth, and her father, Chief Idemudia, had refused to marry another wife for he loved his wife dearly. He raised Imose with the help of his sister who later died of a strange ailment. People called Imose cursed but to Chief Idemudia, she was his priceless jewel. The symbol of the love between him and his late wife.The night had given way for the day by the time Imose was through with sweeping the large compound. She went into her father's hut to greet him. She saw him seated on his rafter chair inhaling snuff. She went on her knees and greeted "Lamogun baba". Chief Idemudia smiled and signaled for her to get up and asked about her night. She returned the smile, telling him she slept like
I feel someone pick me up and instantly open my eyes. I see that I'm in Damien's arms. "Good to see that you're awake." I can tell that he is teasing me from the tone of his voice. I start to squirm for him to put me down.Once he puts me down I stretch and look around the room. I see that Xavier is still at his desk doing work. I groan at the thought of being in this
Jenna's POVI rushed upstairs as the anger was stronger and more powerful than my judgement, not thinking about the repercussions that would follow. Who the fuck he thinks he is asking me to wear that slutty dress like I was a scarlet paid by the hour to satisfy his dirty needs? I wasn't going to stick with that no matter what he would say. I allowed him too much already and that was the last drop. I found him outside, measuring the garden with his eyes, probably thinking about the setup for the party tomorrow.“Hey, asshole!” I shouted throwing the dress in his face.” What the fuck should I do with that?” I asked ferociously, pointing to the clothe that was now in his hands. ” You can take it and shove it up your ass. I’m not wearing that.” I stated feeling my face burning from the blood rushing through me. He looked like he got struck by the lighting for a moment but that was only temporary as he quickly closed