"Buang dimana anak saya?!" Zaidan tak bisa menahan amarah, sehingga menarik kerah baju pak Rahmat dengan kasar. Pak Rahman hanya bisa menangis merasa sesal, sesekali meringis pelan lukanya terbentur akibat tarikan Zaidan terlalu kasar. "Pak Zaidan yang sabar, kasihan pak Rahman. Dia lagi sakit pak," pak Adi mencoba meredakan amarahnya Zaidan. Zaidan menyeringai dengan kepala menggeleng tidak terima ucapan Pak Adi. "Sabar!? Biarkan saja, lebih sakit saya pak. Saya kehilangan anak saya dan istri saya. Saya salah membenci seseorang yang terlibat bahkan dengan teganya saya menuduh istri saya." Zaidan tak bisa menahan laju air matanya, lima tahun dia mengabaikan sang istri karena salah paham ini. Ia kira sang istri dengan tega membunuh anak dirinya tapi ternyata itu hanya salah paham. Ya Tuhan, penyesalan memang datang diakhir waktu. "Maafin saya pak, maafin saya ... saya di
ปรับปรุงล่าสุด : 2023-12-02 อ่านเพิ่มเติม