Share

chapter 39

Auteur: gaojianxiong
last update Date de publication: 2023-12-02 00:27:34

Sarla sudah membuat keputusan. Telah dirinya pikirkan matang sejak semalam akan jalan diambil. Menangis dan meratapi nasib tidak mampu untuk mengubah apa pun dalam kondisi dihadapinya.

Yang dibutuhkan adalah cara bertahan. Menyerah sama saja melukai harga diri. Sarla enggan dicap wanita lemah menerus oleh pria bernama Wilzton. Ia bisa menjadi orang lebih baik dan kuat lagi. Hanya tinggal memberikan pembuktian.

Tak ada uang untuk menyelamatkan selain dirinya sendiri. Sarla berpikir bahwa ia tengah bertempur di medan perang. Sudah bertekad akan menang dan mengalahkan Wilzton Davis dengan caranya. Ia yakin akan sangat bisa menaklukan pria itu. Uang Wilzton pun menjadi target utamanya.

Mengenai hukuman diberikan ayah dan sang ibu. Ia akhirnya bisa menerima. Memanglah harus juga dijalani sebagai penebusan kesalahan.

Minimal harus memberikan bukti kepada orangtuanya jika ia bisa berubah menjadi lebih baik dengan pelajaran seperti ini. Sarla bertekad saat semuanya sudah selesai, ia akan kembali pulang dengan sifat yang lebih baik lagi. Tentu, bisa membuat bangga kedua orangtuanya. Kebiasaan buruknya ditinggalkan.

"Apakah ini benar kamar dia?" Sarla bergumam pelan sembari mengamati pintu besar di depannya yang sedang tertutup rapat. Keadaan sekitar sepi.

"Aku harus bagaimana? Langsung mengetuk atau aku tunggu dia keluar dulu?" Sarla pun melanjutkan monolog masih dengan suara yang seperti tadi.

Tak dibiarkan dirinya mengambil keputusan terlalu lama. Hanya dibutuhkan lima detik saja berpikir dan juga memantapkan kehendaknya masuk ke ruang tidur Wilzton. Segala risiko tentang sikap dan reaksi dari pria itu sudah siap ditanganinya. Sebab, ingin segera diselesaikan masalah.

Terutamanya soal kesepakatan yang sempat dibicarakan pria itu. Dengan langkah kaki kian pelan, Sarla berjalan ke dalam setelah menutup pintu. Aroma dari pewangi ruangan yang sangat harum terhirup hidungnya.

Cahaya lampu menerangi ruangan yang baginya luas. Hampir sama dengan kamar tidurnya. Hanya saja tidak terlalu ada banyak benda. Sofa, ranjang ukuran besar, meja kerja. Wardrobe terletak di sisi lain ruangan. Begitu juga dengan kamar mandi ada di salah satu sudut. Cukup jauh, tetapi bisa dilihat.

"Dia pasti sedang ada di sana," gumam Sarla pelan dalam nada mantap. Mengungkapkan kesimpulan yang muncul di kepalanya secara tiba-tiba tentang keberadaan Wilzton. Didukung dengan terdengar gemericik suara shower memasuki telinganya.

Lantas, diputuskan untuk berjalan ke arah balkon. Dirinya seperti ditarik oleh magnet. Walau, kedua mata hanya diberikan suguhan langit malam tanpa banyak bintang yang menerangi. Namun, tetap saja keinginan kuat berdiri di depan balkon kian kuat. Ia pun berhasil melakukannya tak sampai satu menit. Semilir angin menyambutnya. Udara lebih dingin. Tetapi, tetap menyejukannya. Pemandangan taman kini menjadi momen diabadikan oleh matanya.

"Miss Sarla ...,"

Suasana hati yang baru saja tentram, kembali jadi terusik karena panggilan diterimanya dengan nada sinis. Tentu, Wilzton Davis adalah pelakunya. Ia pun memilih membalikkan badan agar dapat tahu lebih jelas keberadaan dari pria itu, tentu saja.

"Kenapa kau berpenampilan seperti ini?" tanyanya dengan spontan sebab begitu merasa terkejut.

Siapa pun akan bereaksi sama saat di depannya disuguhkan pemandangan pria yang tengah tidak mengenakan baju, bertelanjang dada.

Sementara, bagian bawah hanya dililitkan sebuah handuk saja. Belum lagi tubuh Wilzton tampak basah, entah karena air ataupun keringat. Tidak dapat dipastikan dengan jelas. Namun, harus diakui jika pria itu kian terlihat seksi, gagah, tampan, dan memesona.

"Aku habis mandi. Belum berpakaian. Jangan kira aku akan mengajakmu bercinta, Miss Sarla."

Sarla memelototkan kedua mata ke arah Wilzton yang berjalan mendekat. Ia pun dengan refleks melangkah mundur. Kemudian, kepalanya digeleng-gelengkan. Tatapan kian dilekatkan. Dada mulai panas akan tuduhan dilayangkan pria itu.

"Aku tidak pernah berpikir aku dan kau akan tidur bersama, apalagi sampai bercinta. Kau bukanlah pria yang aku inginkan." Sarla menjawab tegas. Tak lupa menunjukkan juga nada bicara yang sinis.

"Hahaha. Begitukah? Lalu, kenapa kau masuk ke kamarku malam begini, Miss Sarla? Kau jangan jual mahal. Aku tidak akan menolak tawaranmu."

Sarla semakin emosi mendengar celotehan Wilzton yang masih menuduhnya secara sepihak. Dilempar lagi sorot mata lebih tajam. "Aku sudah bilang aku tidak mau melakukan apa pun denganmu. Bercinta atau mendapatkan kepuasan seksual bersamamu."

"Maaf jika aku lancang ke kamarku tanpa meminta izin terlebih dahulu. Aku hanya ingin membicarakan soal kesepakatan yang pernah kau katakan. Aku rasa aku setuju tentang itu demi menjaga ak--"

Tak dapat diselesaikan ucapan akibat gerakan dari kedua tangan Wilzton begitu cepat menariknya. Ia tidak memiliki waktu melawan juga karena pria itu sudah mengangkat tubuhnya. Benar, digendong. Tentu usaha dalam melawan dilakukan agar bisa segera diturunkan. Namun, nyatanya tak berhasil. 

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Latest chapter

  • GJX GN 21000000185   chapter 67

    аешь, как я переживала??— Мне просто понравился шарик одного мальчика, вон он, — она указала на маленького мальчика, похоже, её возраста. Я прищурилась.— Шарик со СпанчБобом? Серьёзно?! Я бы его купила тебе!— У этого мальчика такой красивый брат, — она засмущалась, и щеки окрасились в какой-то лиловый оттенок. Я даже вздёрнула брови.— Какой ещё брат? — я снова посмотрела в ту сторону. Я не сразу заметила, что с тем мальчиком кто-то стоит. Это был какой-то высокий блондин в модных черных очках. Что-то мне казалось в нём знакомым, но я не придала волю подобным мыслям и каким-то размышлениям. Переживания за жизнь родной сестры растворили и хорошее настроение, и желание дальше гулять в воздухе. Внезапно она только и рванула к ним, сверкая пятками. Кто-то уже нарушил своё обещание, сказанное пару минут назад. — Лили, куда побежала? — я пошла за ней, не желая сжечь ещё миллион нервных клеток.— Подари

  • GJX GN 21000000185   chapter 66

    KEDATANGAN Vino pagi ini cuma numpang cuci muka dan makan pisang goreng yang disuguhi Umi. Kemudian pamit berangkat. Dan disinilah Khika sekarang, disebelah Vino di dalam mobilnya yang Vino kemudikan menuju Sekolah. Suasana hening. Kata candaan 'aku juga suka kamu' yang sempat Vino lontarkan tadi tak ada tapaknya sama sekali. Vino nyatanya tetap cuek dan ketus seolah nggak pernah terjadi apa-apa. Khika seperti buang-buang tenaganya saja tadi, karena sempet deg-degan tak karuan mendengarnya.Sesampainya di sekolah. Dimulai dari keluar

  • GJX GN 21000000185   chapter 65

    Rhea’s POV“I have the exact coordinates of the demon lair. When shall we attack them?” Artemis asked. She looked ready for the hunt. She was the Goddess of the hunt, after all.“We should wait and plan properly. I think we should ask Mercy to join us. She is extremely powerful, and having her on our side will help us win against the demons. If she is okay with it, we shall plan the attack at twilight because after that time they would get out of their lairs and lurk in the streets. We have to catch them before they go out,” I said.I frowned when I saw Adrian and Artemis both looking at me with identical expressions of disbelief. Were these two long-lost siblings or something? And why were they looking at me like that? Did I say something stupid again? I thought over what I had spoken and didn’t feel anything wrong with it.“What?” I asked in exasperation.

  • GJX GN 21000000185   chapter 64

    The annual Gala of Alpha's and Luna's took place every year at the end of the semester, that was the first week of July. Which was in a few days.Faith's brusies were non existent by this time and Dea had not hit her or given her any more injuries either. Alpha Rigie took a lot of interest in faith's personal life. Faith was not very happy with that but the pressure on her was high.Her sisters resented her even more. Dea avoided her mostly and on occasions yelled at her to the point where she did not have to beat her to bring tears to her eyes.In short, it was one hell of a one week that Faith endured.She was not that excited to leave for the Gala at first but after suffering the unnecessary amount of humiliation and badmouthing, Faith was happy to leave for a few days.Alpha Rigie picked Faith up in his car along with a few warriors. An Alpha neve

  • GJX GN 21000000185   chapter 63

    "A-aku... pulang dulu," kata Elsa. Arya menganggukkan kepala, tersenyum, lalu tangannya refleks terangkat dan mengacak rambut Elsa. Dan setiap pergerakannya itu tidak luput dari pengamatan Leon di balik kaca hitam mobil.Elsa tampak memaksa seyum walaupun dia merasa sangat gugup sekarang, lalu dengan tergesa dia masuk ke dalam mobil. Elsa langsung merasa kecil, kecil sekali sampai dia tidak berani mendongakkan kepalanya. Beberapa saat dalam keheningan dan Leon tidak juga menyalakan mesin mobil."Sore, kak Leon." Elsa menyapa canggung, melirik Leon hati-hati, namun Leon tidak menyahut. "Kenapa?" tanya Elsa heran.Leon pun menyalakan mesin mobil dan menggerakkan rodanya menjauh dari tempat itu. setelah memasuki jalan raya yang rama

  • GJX GN 21000000185   chapter 62

     DG?Me chamo Diego ta ligado ,conhecido como DG .Sofri muito pode pá,para me chegar onde eu tô hoje ,sou o gerente dos vapor ,o patrão confiar em mim.Nem tenho palavras para descrever o tanto que o RR vulgo Patrão me ajudou,ele me deu a mão é confio em mim quando ninguém estendeu a mão pra mim ,papo reto.Considera ele para caraí .Ele sabe da minha história é nunca explanou pra ninguém,sigilo total.Sou uns dos principais que fica na casa dele de vigiar.Tenho um mulher que eu chamei de mãe um dia ,já não vejo ela a uns 10 anos e espero que nunca mais vejo essa mulher.Pai ? Agora tu me fude ,ele fui embora quando descobriu que a mulher lá traia ele na própria cama.

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status