Share

chapter 57

Author: GN001
last update Petsa ng paglalathala: 2023-12-02 05:14:01

Sementara kevin di kamarnya terus memikirkan tentang sekolahnya, di sekolah barunya besok dia gak mau mengecewakan neneknya yang udah ngebiayain dia, sedangkan mamanya hanya ngirim uang saja secukupnya karena dia tidak bekerja, dia gak mau mengecewakan neneknya lagi. Lagi asik menghayal Keira memanggilnya karena di suruh oleh neneknya.

"Hei, ngelamunin apa, di panggil nenek nih," ucap keira muncul tiba tiba.

"Rese luh, ganggu orang aja," ucap kevin.

"Apa sih, ya dah kevin maaf ya aku udah ganggu kamu," ucap keira.

"Hadeuh, aneh,"ucap kevin.

"Hm, salah lagi ya, gak tahu ah bingung," ucap keira.

"Udah ya diem kalau bingung mah," ucap kevin.

Keira diam mengikuti Kevin berjalan di belakanganya. Kevin yang melihat itu mersa senang dan aneh, kenpa keia ini tidak pernah marah. Kevin tepis pikiran itu, dia tak mau membahas itu sekarang, mungkin nati.

Sesampainya di bawah neneknya menyuruh kevin mengantarkan semua pesanannya bersama dengan keira. Tiba tiba Natasya datang membawa mobil, karena dia tahu neneknya kevin ada pesanan banyak. 

"Sini aku bawain keira, yuk anter ini breng," ucao Natasya membuat keira dan kevin terbengong, apalagi keira, tadi kan dia mengancam keira kan tadi. 

"Kamu ngapain Sya di sini," ucap kevin.

"Aku bantuin kalian ini, gak apa kan," ucap Nataysa. 

"Oh, oke, ayuk,"ucap kevin.

Lalu mereka memasukkan semua ke mobil Natasya. Setelah selesai Natasya menyuruh keira duduk di depan bersamanya, lalu dia juga merangkul keira sampai ke mobil. Pemandangan sebagai sahabat, yang kevin suka ini membuat kevin tertawa, karena keira yang kaku sekali mempunyai teman. 

Mereka menaiki mobil dan mulai untuk mengantarkan pesanannya. Sepanjang jalan keira hanya diam heran dengan natasya dan bingung harus apa, jadi diam saja. Tiba tiba kevin meledek mereka berdua.

"Krik... krikk..," ucap kevin.

"kamu kenapa vin, sakit," ucap keira.

Natasya yang memandang keira ini aneh lalu menjawabnya.

"Dia lagi negeledekin kita keira, kamu masa gak ngerti," ucap natasya.

"Hmm, ngeeledekin apa ya, beneran akau gak aham," ucap keira.

"Udah lu diem aja keira, kalau ngomong gak nyambung," ucap kevin.

Natasya bangga dalam hatinya ternyata keira sedikit oneng soal pergaualan, dia tertawa dalam hatinya karena takut di omelin sama kevin.

Tak lama mereka sampai di rumah tua yang cukup besar, terlihat sepi, aneh memang.

"Vin, bener ini alamat rumahnya, coba teelepn kok sepi gini ya, jangan jangan di tipu," ucap Natasya.

"Iya nih gua lagi telepon, aktip kok, dia belom angkat," ucap kevin. 

"Waduh, jadi iseng juga ya di sini," ucap Natasya.

Tiba tiba seseorang keluar dari sana berambut panjang memakai daster putih.

"Siapa itu vin, setan ya, ahh," ucap nataysa berlari masuk ke mobil.

Wanita itu terus berjalan ke arah kevin an yang lainnya. Kevun beranikan diri karena memang dia butuh uangnya, setelah mendekat mukanya buruk rupa dengan gemetar kevin bertanya. Keira yang sering melihatnya tidak takut, dia berjalan mendkati setan itu dan berkata.

"Makanya jangan buat dosa, jadi arwah kamu gentayangan," ucap keira.

Kevin yang melihat itu melotot ke arah keira.

"Auh sakit mbak, siapa yang setan si, ini lagi syuting di belakang layar, noh rame di belakang, ayo angkutin," ucap orang itu yang memerankan peran jadi setan.

"Lagian bikin takut temen aku aja bang," ucap keira.

Kevin tertawa lega karena itu bukan setan. Natasya yang tahu itu turun dari mobil dan membantu membawa semua pesanan. Setelah  selesai mereka pulang, dengan hati lega kevin merasa gembira, karena ternyata itu bukan hantu. Di mobil keira terus tersenyum, kevin yang melihat itu merasa keira sedang meledeknya.

"Heh, gak usah ngeledekin gua sama tasya ya, gua akuin lu emnag berani jadi gak usah orak," ucap Kevin.

"Hem, kalian kenapa takut sama hantu, kan kalian nanti kalau berbuat dosa besar matinya bakal jadi hantu, haha," ucap Keira.

"Lah, gua mah ogah ngeliat setan, lu aja sono, tadi itu aja sial, setan setanan," ucap Kevin.

"Hm, iya aja aku mah, dasar penakut," ucap Keira.

"Kamu beneran gak takut kei," ucap Natasya.

"Gak Sya, aku udah biasa ngeliatnya juga," ucap Keira.

"Ih, kalau ngelihat diem aja ya jangan kasih tahu gua, gua males ngeliatnya," ucap Natasya.

"Hah, kalian ini lucu ya, samaan gak sukanya, kata orang itu jodoh loh," ucap keira.

"Ih gak lah jodoh gua itu Natasya wilona hmm, cantik," ucap kevin.

"Cie cie, tuh sya, si kevin mah emang gitu, kata di drama mah, munafik eheh," ucap Keira.

"Udah lu diem dih, ngeselin banget ngomong mulu," ucap Kevin.

"Hm, udah kalah aja ngomongnya gitu huh," ucap Keira.

Natasya menggelengkan kepalanya melihat kedua saudara ini ribut, dia sudah membayangkan kalau dia sampai jadian dengan kevin bagaimana kupingnya harus siap nantinya. Natasya bahagia sekali bisa mengantarkan pesananya kevin kali ini berdua bersama kevin lebih laama dari sebelumnya, Natasya berencana untuk mendekati keira lebih dalam agar dia terus bisa untuk mendekati kevin.

Sesampainya  di kedai keira langsung mnceritakan semuanya ke nenek, kevin sebal padanya karena dia malu dengan neneknya jika dia jadi penakut karena melihat setan boongan.

"Huh, lemes banget nih si rames, besok besok gak usah ikut kemana mana kalau apa aa ja ngadu huh," ucap kevin.

"Ye, biarin huh, abisnya lucu lihat muka kamu yang tadi hahaha,' ucap Keira.

"Sudah sudah tidak enak tahu sama Nataysa, karena nenek dapat pesana banyak jadi kedai tutup lebih awal, nenek mau ajak kalian ke pasar malam dekat sini, kalian mau," ucap nenek.

"Apa tuh nek, mau dong mau," ucap keira.

"Nanti kamu juga tahu itu apa, hayuk kalian siap siap ya semuanya, kamu ikut kan sya,' ucap nenek.

"Kalau boleh nek, aku mau ikut," ucap Natasya.

"Ya boleh dong, kamu tunggu dulu ya, nenek mau siap siap," ucap nenek.

Nenek, kevin dan keira berganti baju untuk pergi pasar malam yang ada di lapangan dekat rumah neneknya kevin. Keira bahagia karena dia baru pertama kali akan melihat pasar malam yang belum pernah dia lihat di drama. Keira memakai pakaian kaos dan celana yang di belikan nenek untuk nya, nenek juga  berencana akan membelikannya lagi di pasar malam. Nenek selesai lebih dulu tinggal menunggu kira dan kevin. Natasya yang melihat nenek membawa semua uang bertanya.

"Nenek mau beli sesuatu," ucap Natasya.

"Iya nenek mau belikan keira baju, dia tidak ada baju, masa harus pakai punya kevin terus," ucap nenek.

"Aku ada beberapa baju tidak terpakai, nanti aku bawakan buat keira," ucap Natasya.

"Makasih ya, semoga orang sebaik kamu nanti jadi mantu cucu nenk, heh," ucap nenek.

Natasya hanya tersenyum. Tak lama keluarlah kevin dan keira. Akhirnya mereka pun berangkat.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Gn 001 book-0001-O   chapter 68

    Closed:We are looking for books with good pace, exciting plottwists, fascinating cliffhangers, interesting characters,meaningful core struggle;Please be aware that we have zero tolerance for storiesinvolving extreme violence, child abuse, pedophilia orthose that may raise copyright concerns. Keep up thework and look forward to seeing better works of yours inthe future!Closed:We are looking for books with good pace, exciting plottwists, fascinating cliffhangers, interesting characters,meaningful core struggle;Please be aware that we have zero tolerance for storiesinvolving extreme violence, child abuse, pedophilia orthose that may raise copyright concerns. Keep up thework and look forward to seeing better works of yours inthe future!Closed:We are looking for books with good pace, exciting plottwists, fascinating cliffhangers, interesting characters,meaningful core struggl

  • Gn 001 book-0001-O   chapter 67

    Marcus came to visit us a few times, sometimes he would bring his wife Emily, but this time he was alone.I was in the kitchen preparing lunch, Eloim was on the floor and we had put on his ears a pair of wireless headphones connected to my phone, where I’d but on some music.It had been our best technique to allow us to have conversation with each other without him listening in, while still k

  • Gn 001 book-0001-O   chapter 66

    "Dan sekarang ... aku akan membunuhmu, Sweetheart," bisik Freeze tepat di telingaku, yang entah sejak kapan ia sudah berdiri di belakangku. Sementara sebelah tangannya memeluk pinggangku, tangan yang lain sudah menodongkan sebuah pisau tepat di belakang punggungku.---------------------------------

  • Gn 001 book-0001-O   chapter 65

    "We efface an hour by passionatelove, without twists, without aftertaste. When it is finished, it is not finished, we lie still in each other's arms lulled by our love, by tenderness -- sensuality in which the whole being can participate.Anais NinAfter Zander left six years ago, I tried to keep my head up even if that was a hard thing to do for a girl my age, skin and rebelliousness. I was 18 years old, and I just had the one person I could trust leave for school with his girlfriend and I was all alone, but I tried my best to say out of trouble, I really did.I found a job at a restaurant where the manager kept making unwanted passes at me and I ended up getting fired after I punched him in the face twice. Six months later, I was evicted from my house and I had to live on the streets.I was left

  • Gn 001 book-0001-O   chapter 64

    (Lily's POV)I was awakened by my thought that Icy might hurt by me. I am a type of chopper woman when sleeping. So, I get up to return in my own room. Is Jay not yet here? I stretched my arms. Yawn. All the lights were turned off. I am about to leave the room, when I stare at the corner of the room. There Seven, was still playing. Very wrong my baby boy. It is bad to your health."Seven, do you want me to confiscate your phone?” I am also mean sometimes. I approached him but he just turned his back at me. So, I can't think of other ways but to get his phone forcefully. But he is about to make a scream when I ha

  • Gn 001 book-0001-O   chapter 63

    Mum: time for school do you want me to drop you off to school or is Randy going to drop you off at schoolJacinta: well I want you drop me off to schoolMum: sorry honey but I have to go to work plus Randy's father is taking me to work since we both have the same job, how are you and randyJacinta: yeah we are fineMum: so you can get randy to pick you upJacinta: yeah sureScene randy was waiting outsideRandy: hello babeJacinta: hello randyScene: they were driving to schoolRandy: how is your mumJacinta: she is goodRandy: you better not tell her what happened or you will regret itJacinta: dont worry I didn't so cool downRandy: ok then I am going out with the boys tonightJacinta: but we were going to spend the night togetherRandy: that can waitJacinta: fine see you laterRandy: come back hereJacinta: no, enjoy your night with boys RandyScene

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status