INICIAR SESIÓNDi Sebuah gedung bertingkat yang hampir tingginya setara dengan sebuah menara di pusat kota.
Dipimpin oleh seorang Ceo muda, yang sudah menyelesaikan S3 di amerika dan baru saja mengambil alih Grup Kang satu tahun yang lalu ini menjadi perbincangan hangat dan trending kala itu, banyak sekali yang bertanya-tanya sosok tampan yang menjadi pria idaman di kantornya pasalnya umurnya yang sudah siap menikah namun pria itu belum memiliki kejelasan apapun tentang hubungan dengan wanita entah itu status pacaran, tunangan atau calon istri.
Dia adalah Kang Han Jun, pria yang baru beberapa minggu yang lalu berulang tahun ke 33 tahun itu masih sangat tampan seperti tidak cocok dengan usianya saat ini, anak dari pasangan Tuan Kang dan Nyonya Kang ini memiliki warisan ketampanan dari sang ayah dan sifat baiknya dari sang ibu.
Sejenak kecil Han sudah dikenalkan dengan dunia sang ayah, perusahaan Kang bergerak di bidang IT dan robot, saat anak berusia 5 tahun lebih suka bermain pasir di luar atau setidak mengenal dunia luar lain berbeda dengan Han yang lebih suka bermain dengan teknologi, selain memiliki kepintaran dalam bidang IT, ada hal lain yang tidak banyak orang lain ketahui dari kegemaran Han, dia sangat menyukai bermain piona dan biliar.
Selain itu semua Han sangatlah mudah bergaul dengan orang lain, setiap akhir pekan dia akan mengunjungi yayasan yang dia bangun atas nama ibunya yang sudah meninggal 5 tahun yang lalu akibat kanker perut yang dialami sejak lama, kini Han hanya tinggal bersama dengan ayah dan satu adik laki-laki yang memiliki gangguan mental sehingga sifatnya mirip seperti anak kecil padahal usia sudah 25 tahun.
Dia adalah Kang Sean Nam, putra kedua dari keluarga Kang, menyakit itu diderita oleh Sean sangat sebuah kecelakaan terjadi di masa SMA-nya hingga membuat Sean kehilangan memori kehidupan dan pada akhirnya pria itu hanya bisa bersifat layaknya anak kecil yang lebih suka menangis jika permennya habis dan juga tidak bisa lagi mengenal dunia luar.
Satu alasan kenapa Han saat ini masih tidak bisa menikah karena dia takut publik akan tahu jika dia memiliki adik gangguan mental, bukannya Han tidak ingin mengakui itu namun Han lebih takut jika nantinya adiknya harus menjadi bulan-bulanan media massa. Sudah cukup bagi Han untuk menjadi kakak yang menjadi tumpuan keluarga dan dia belum sanggup untuk melepaskan semua ini.
Mungkin banyak diluaran sana yang ingin sekali menikah dengan Han, tapi akan sangat sulit mengetahui fakta sebenarnya kehidupan Han, dia bukan pria bodoh yang bisa dibutakan oleh cinta, Han tahu jika wanita dia luaran sana hanya mengincar ketampanannya dan juga kekayaan yang pertahunnya bisa menghasilkan lebih dari 100 miliar Won. Namun jika mereka tahu kehidupan Han yang sesungguhnya, mungkinkah mereka akan berani menerima kondisi itu?
Setiap harinya Han selalu dihantui dengan pertanyaan kapan dirinya akan menikah oleh sang ayah, Han tahu jika dia tidak segera memberikan cucu pada sang ayah, Grup Kang bisa menjadi ancaman untuk dirinya jika benar-benar jatuh dari genggaman saudaranya, di sebuah keluarga dan sebuah kehidupan semua orang akan menghadapi sebuah persaingan walau harus menumpahkan darah sekalipun, tapi itulah kehidupan begitu kejam dan tidak manusiawi, namun jika Han hanya mengikuti keinginan hati nuraninya maka bukankah itu akan menghancurkan Grup Kang?
Itu juga merupakan satu dari bagian dari kehidupan bisnis.
Ayah Han pernah membuat wasiat sebelum sang ayah turun jabatan, ayahnya pernah berkata jika dalam hitungan beberapa tahun lagi Han belum menikah maka secara otomatis Grup Kang akan di bagikan oleh 3 sepupunya yang sudah lebih dahulu menikah, wasiat itu berlaku jika di usia Han yang 35 tahun dan belum menikah itu akan langsung jatuh ke tangan tiga sepupunya.
Itu berarti tinggal 2 tahun lagi.
Namun apa?
Han tidak pernah benar-benar memikirkan masalah itu apalagi peduli, namun desakkan sang ayah membuat dirinya terus berputar otak untuk menentukan siapa gadis yang mau menerima keadaannya tanpa takut dengan kondisi sang adik, Han ingin mempunyai istri yang bisa merawat sang ayah yang sudah tua dan bisa memahami sifat adiknya, jika memang wanita seperti itu ada Han akan melakukan cara apapun untuk menarik gadis itu bersedia menikah.
Tapi ini zaman modern! Semua gadis di luaran sana lebih suka pergi ke salon dengan uang pemberian suaminya daripada mengurus pria tua yang sakit-sakitan dan adik gilanya, semua itu hanya ada di cerita dongeng cinderella saja.
Selebihnya hanya ada kemustahilan untuk ditemukan.
“Presiden Kang ...”
“Tuan Muda ...”
“Kang Han Jun!”
Han langsung berbangun dari lamunannya dari pemikirannya, dirinya lagi-lagi tidak bisa konsentrasi dalam bekerja semua berasal dari desakkan sang ayah yang bahkan mengatakan jika Han tidak mau menikah juga ayahlah yang akan memutuskan untuk menjodohkan dirinya dengan anak teman lama ayahnya.
“harus panggil berapa lagi agar kau mendengar Han? Sudah seminggu kau seperti ini, kita sudah banyak kerugian karena kau kurang fokus Han!” ucap sekretarisnya.
dia adalah Kim Keira yang satu-satu orang yang begitu mengerti kehidupan Han, namun sangat disayang wanita itu sudah menikah, jadi Han hanya bisa menganggapnya sebagai kakak perempuan yang sangat dibutuhkan.
“kau sekertaris yang sangat tidak sopan pada atasanmu!”
“baiklah aku akan berhenti jika kau begitu!”
“tunggu! Baik Noona aku salah, aku hanya pusing dengan desakkan ayah yang terus menyuruhku menikah”
Dengan kesal Keira meletakkan dokumen di tangannya, dan melipat kedua tangannya saat Han menyuruhnya untuk duduk sofa. “kau tampan, kaya, pewaris dari Grup Kang, aku yakin diluar sana banyak yang ingin menikah denganmu! Hanya perlu mengajak mereka berkenalan dan cari siapa tipemu!”
“tapi kau tidak mau menikah denganku!”
“bodoh! Aku sudah menikah!”
“itu mudah, kau hanya perlu menceraikannya, aku yakin kamu tidak akan menolak semua yang aku miliki”
“kau ingin ku kirim rumah sakit atau ku kubur hidup-hidup!”
“jika begitu, carikan aku yang seperti dirimu Noona,” ucap Han, hanya pada Keira dia bersikap seperti adik yang butuh perhatian dari Keira, Han punya alasan tersendiri kenapa begitu percaya pada Keira yang sudah menjadi sekretarisnya sejak awal dia mengambil alih Grup Kang.
“tidak! Hidupku sudah repot mengurus dua anak ditambah dirimu! Dan sekarang kau memintaku mencarikan wanita sepertiku? Oh Presiden Kang aku bahkan tidak mendapatkan gaji untuk mengurus itu, aku tidak akan mau!”
“kau menyebalkan Noona!”
“aku tidak peduli, cepatlah tanda tangani semua dokumen ini dan berhenti menahanku disini! Aku juga butuh waktu untuk bersama suamiku!”
Keira segera bangkit dari Sofa, dia menunduk pada Han dan segera meninggalkan ruangan kerjanya.
Setelah terdengar suara pintu tertutup, barulah Han menyandarkan tubuhnya di sofa dengan helaan nafas panjangnya, dia lelah dengan semua dengan tekanan ini, tapi dia tidak bisa menolak keinginan sang ayah dan terus ingin mempertahankan Grup Kang dalam genggamannya.
Jam sudah menunjukan pukul jam 12 siang.
Han mengambil jas silvernya, mungkin dengan sedikit menghirup udara diluar bisa menjernihkan pikiran kacau-nya.
Dengan mobil sport yang belah jalanan kota Seoul di siang hari, Han baru ingat jika hari ini tepat kepergian mendiang sang ibu, tetap saat itu juga mobil sedang berhenti di sebuah toko bunga bertuliskan “flowers lovely”.
Dengan kacamata hitam, pria itu berjalan masuk kedalam toko bunga yang hanya sedikit pengunjungnya.
Sebelum memilih bunga dia akan menghubungi Keira untuk menanyakan hal sepele bertujuan mengganggu Keira yang sedang makan siang bersama suami.
“sekretaris Kim, apa bunga kesukaan ibuku?”
“kau galak sekali, baiklah mawar merah”
Setelah itu Han langsung mencari dimana letak bunga mawar merah berada, dia melewati beberapa bunga hingga akhirnya melihat bunga mawar merah yang berada didekat jendela. Saat berada didekat bunga mawar Han tidak menyadari jika ada seseorang disana hingga dirinya tidak sengaja menyentuh tangan gadis itu.
Pertama kali Han melihat wajah itu, dalam hitungan detik dia langsung bisa mengenali sosok gadis di sampingnya.
‘Heejin’
Nama itu terucap begitu saja saat beberapa detik Han menahan tangan gadis itu. Namun saat akan bertanya gadis itu malah berlari menjauh seperti dia bukan sosok yang Han kenal. “kenapa dia mirip sekali dengan Heejin?”
Han tidak berani untuk mengejar gadis itu, karena tiba-tiba saja ponselnya berdering dan membuat dia harus meninggalkan toko bunga itu.
Di Dalam mobil menuju ke kantornya, Han masih dibuat bingung dengan gadis itu, pasalnya Heejin si model terkenal itu tidak lugu dan sangat ketakutan sang berinteraksi dengannya, di Korea selatan siapa yang tidak mengenal Park Hee Jin yang model muda dan sekarang mengikuti Miss World di paris.
“bukankah Heejin sedang di paris? Lalu … ah mungkin aku salah lihat”
Note : *Noona merupakan panggilan dari adik laki-laki untuk kakak perempuan dalam bahasa korea.
Por mais simples que possa parecer, ainda é muito difícil para os cientistas definir vidacomclareza. Muitos filósofos tentam defini-la como um "fenômeno que anima amatéria".[4]Deum modo geral, considera-se tradicionalmente que uma entidade é um ser vivo se, exibe todos os seguintes fenômenos pelo menos uma vez durante a suaexistência[5]:
Hating-gabi naman sa Kaharian ng Zaparya ay tahimik nang nagpapahinga si Prinsesa Nevira sa kaniyang silid nang makarinig siya ng sigaw mula naman sa kwarto ng kaniyang bunsong kapatid na si Prinsesa Sanaya kaya kaagad niya itong pinuntahan.“Hindi ba at sinabi ko naman na huwag niyong papakialaman ang aking mga alaga!” umaalingawngaw ang galit na sigaw ni Prinsesa Sanaya na rinig hanggang sa labas ng kaniyang silid..
Mila POV...I woke up quite early as the excitement did not allow me to sleep a wink, today was my first day at Harris construction and I was beyond excitedI quickly had my shower and got ready wearing an all black dressI hurriedly ran down the stairs as I went to kitchen to make myself something to eatSo engrossed in my meal I soon heard my phone ding as I looked at it I saw a text from Maya wishing me luck on my first day as every word she wrote brought a smile to my faceI felt so positive that my day was going to be great and nothing could stop me nowStepping out of the house, I took a bus to the other side of town where the company wasso as i Inched closer to the company I suddenly became consumed with feeling doubt and uncertainty as so many unanswered questions hovered endlessly in my headTaking in a deep breath I mentally prepared myself as I walked i
"We'll be staying here until the engagement is over." He said as they got down from the car, and her bags were taken inside."Oh my God, is that the Prince?" A passerby screamed pointing in their direction, cameras were already up as more people gathered,"Oh my goodness, she's the one," they said whispering, Janine was already feeling uncomfortable as she tried to hide away, Ethan pulled her to his side, grabbing her shoulders tight making her wince at the pain,"Yes, she's the one. My future bride, our future queen, " he said smiling, and looking at her, she forced a smile avoiding eye contacts with the crowd that now stood in front of them,"Wow, how lucky!!! I'd trade anything to be in her shoes," one said. Janine felt the tears swell up in her eyes, batting her eyelashes immediately to stop them, her throat felt dry, her stomach felt sick, the fear which drowned her, the reality that she was s
*Juliet*Though it had come early with the whiteout squall Sam and I’d had on the Isle Royale, the winter started out like any other. Children and adults alike brought their snow gear out of the cedar chests and armoirs and prepared to salt the streets and sidewalks.Driving was a bit more treacherous, but we’re used to this inconvenience, and with Julia still at home another year before kindergarten, Sam and I had only rare occasion to leave home anyway, weekly for mass and once a month for groceries and pantry staples. And it wouldn’t be the winter season without a few cold-weather aggravations as far as we were concerned.True to his word, with nothing else to do on the farm, Sam tore our bathroom apart and built a fine vanity with double sinks and a GE Textolite countertop. He made a special trip to the city and brought home and installed shining
They were all bedrooms richly decorated with huge four poster beds, but each one decorated differently, making each room have its own individual personality. When I came across the seventh door. I could feel energy radiating on the other side of the door, someone was inside. I could see the soft green glow of their Aura, which meant one of two things, they were either an earth witch or human. I just hope it's Becca and not a Coven Elder.Luck must be on my side, upon opening the door. I discover Becca sitting on a metal chair in the centre of the room, her head slumped to the side, she glanced up when I stepped in closing the door behind me. Her hands and feet duct taped to the legs and arms of the chair. Her blonde hair matted with blood and sweat, she was bleeding from her forehead, a large gash that went from her eyebrow and into her hairline.When I first walked in, I froze at the sight of her. She lost we