"Emm.. Tam, sori, boleh dilepas enggak sekarang?" tanya Raina, dia kebingungan dengan sikap Tama seperti ini. Raina sudah mulai tidak nyaman, karena rasanya dia melihat semua orang yang berpapasan dengan mereka langsung memperhatikan. Bahkan tidak jarang yang menggoda atau sekedar batuk-batuk didekat mereka. Tangan Tama masih memeluknya dengan erat, sementara badan Raina masih kaku, kedua tangannya masih disamping badannya, tidak berani bergerak."Sebentar lagi" jawab Tama cepat sambil menggelengkan kepalanya. Dia tidak perduli, walaupun sekarang mereka sudah seperti berlakon di film drama romantis."Aku enggak enak, kayanya diliatin sama semua orang" ucap Raina lagi. Tama masih diam, tangannya masih tetap memeluk erat Raina. Dia sama sekali tidak berniat untuk melepaskan pelukannya pada Raina. "Ibu, aku mau cepet ketemu ibu, ibu dirawat dimana?" Raina tiba-tiba teringat ibunya, bagaimana dia bisa cepat bertemu ibu kalau sudah hampir lima menit, rasanya, m
Leer más